Puncak Gaya: Mengapa 30 adalah Angka Ajaib untuk Fashion Wanita

19

Bagi banyak orang, perjalanan melalui fesyen adalah sebuah rollercoaster yang penuh dengan trial and error—beralih dari tren masa remaja yang dipertanyakan ke selera masa dewasa yang lebih halus. Namun menurut data terbaru, ada peluang khusus bagi perempuan untuk benar-benar mengambil langkah maju.

“Puncak Gaya” di Usia 30

Penelitian baru yang dilakukan oleh perusahaan jasa keuangan Inggris More Th>N menunjukkan bahwa wanita mencapai puncak busana mereka pada usia 30.

Untuk sampai pada kesimpulan ini, para peneliti mensurvei 2.000 pria dan wanita mengenai pakaian dan kebiasaan berbusana mereka. Data mengungkapkan bahwa wanita berusia 30 tahun memiliki koleksi “barang gaya” yang dikurasi dengan baik, dengan rata-rata 212 buah dengan perkiraan nilai total hampir $11.000.

Lemari pakaian pilihan ini terdiri dari:
166 item pakaian, termasuk tujuh pakaian fashion kelas atas;
24 perhiasan ;
7 pasang sepatu desainer.

Pria Tertinggal Tren

Studi ini juga menyoroti kesenjangan gender yang mencolok ketika seseorang mencapai puncak fesyennya. Meskipun wanita menemukan kemajuannya di awal usia 30-an, pria baru mencapai “puncak gaya” mereka hingga usia 36.

Menariknya, meskipun wanita mungkin mencapai masa puncaknya lebih cepat, pria cenderung mempertahankan lemari pakaian yang lebih mahal pada saat mereka mencapai puncaknya. Pada usia 36 tahun, rata-rata koleksi pria bernilai hampir $13.000 dan terdiri dari jumlah pakaian yang lebih besar dibandingkan koleksi wanita.

Mengapa Ini Penting

Penelitian ini menyentuh tren sosiologis yang lebih luas: titik temu antara stabilitas keuangan dan ekspresi diri. Mencapai “puncak gaya” sering kali bertepatan dengan usia di mana banyak profesional memperoleh lebih banyak pendapatan yang dapat dibelanjakan dan rasa identitas yang lebih kuat.

Pergeseran dari kuantitas ke kualitas—seperti yang terlihat dari tingginya nilai “barang gaya” ini—menunjukkan bahwa seiring bertambahnya usia wanita, mereka beralih dari fast fashion dan beralih ke barang investasi yang mencerminkan merek pribadi yang lebih mapan.

Data menunjukkan bahwa gaya bukan hanya tentang tren, namun juga tentang titik temu antara kepercayaan diri dan agensi ekonomi.

Kesimpulan
Meskipun selera fesyen terus berubah sepanjang hidup, wanita tampaknya mendapatkan pakaian mereka yang paling berpengaruh dan berharga pada usia 30 tahun. Puncak ini menandai transisi dari cara berpakaian eksperimental ke cara berpakaian yang lebih disengaja.