Mattel Meluncurkan Boneka Barbie Autistik Pertama, Mengutamakan Representasi Otentik

10

Mattel telah memperkenalkan boneka Barbie pertama yang dirancang untuk mewakili individu autis, yang dikembangkan bekerja sama dengan Autistic Self Advocacy Network (ASAN). Langkah ini memperluas komitmen merek terhadap inklusivitas, memastikan bahwa lebih banyak anak dapat melihat diri mereka tercermin dalam rangkaian mainan ikonik tersebut.

Fitur Utama dan Pilihan Desain

Barbie baru mencakup beberapa fitur yang dimaksudkan untuk secara akurat menggambarkan pengalaman autis umum:

  • Pergelangan tangan yang diartikulasikan memungkinkan boneka melakukan perilaku yang merangsang (gerakan berulang seperti mengepakkan tangan) – cara alami yang dilakukan banyak orang autis dalam memproses informasi atau mengekspresikan emosi.
  • Pandangan sedikit mengarah digunakan untuk mencerminkan bahwa beberapa individu autis menghindari kontak mata langsung.
  • Aksesori seperti headphone peredam bising, fidget spinner, dan tablet dengan aplikasi AAC memberikan dukungan sensorik dan alat komunikasi.
  • Pakaian yang longgar dan sensitif terhadap sensorik menunjukkan pentingnya bahan yang nyaman dan tidak membatasi bagi anak autis.

Pentingnya Representasi

Mattel dan ASAN menekankan bahwa boneka tersebut tidak dimaksudkan untuk mendefinisikan autisme melainkan untuk menunjukkan keberagamannya. Seperti yang dinyatakan ASAN, “autisme tidak hanya dilihat dari satu pandangan saja.” Tujuannya adalah untuk memvalidasi pengalaman anak autis, menumbuhkan penerimaan diri dan mengurangi perasaan terisolasi.

Boneka tersebut merupakan bagian dari lini Barbie Fashionistas, yang sudah mencakup boneka-boneka dengan kondisi seperti kebutaan, Diabetes Tipe 1, dan sindrom Down.

Penerimaan Positif

Peluncuran ini mendapat tanggapan yang sangat positif, terutama dari individu autis dan keluarga mereka. Banyak yang menyatakan terima kasih atas representasi yang akurat dan penuh hormat, dan salah satu orang tua menyebutnya “segala sesuatu yang kami bisa minta.” Penggemar lain berbagi bahwa boneka itu “terasa seperti dilihat dengan cara yang belum pernah saya rasakan saat masih kecil.”

Inisiatif ini penting karena secara langsung mengatasi kesenjangan dalam representasi mainan. Bagi anak-anak autis, melihat diri mereka tercermin di media arus utama – bahkan dalam bentuk boneka – dapat memberikan validasi yang mendalam. Hal ini membantu menormalkan autisme dan mengurangi stigma seputar keanekaragaman saraf. Langkah ini juga menyoroti meningkatnya permintaan akan mainan yang lebih inklusif dan pentingnya mendengarkan suara autis dalam pengembangan produk.