Royal Rift Berlanjut: Raja Charles Melewatkan Pertemuan dengan Pangeran Harry Selama Kunjungan AS

4

Raja Charles III dan Ratu Camilla telah tiba di Amerika Serikat untuk berpartisipasi dalam perayaan peringatan 250 tahun negara tersebut, termasuk jadwal kunjungan dengan Presiden Donald Trump. Namun, di tengah rencana perjalanan diplomatik tingkat tinggi tersebut, muncul ketidakhadiran pribadi yang signifikan: tidak ada rencana bagi Raja untuk bertemu dengan Pangeran Harry dan Meghan Markle.

Meskipun pasangan kerajaan tersebut bertempat tinggal di California, tur singkat Raja di AS—mulai dari Washington, D.C., hingga New York—tidak memuat ketentuan untuk reuni keluarga dengan putra atau cucunya, Pangeran Archie dan Putri Lilibet.

Jadwal Ketat dan Rapat Penting

Rencana perjalanan monarki tampaknya terfokus pada tugas diplomatik dan keterlibatan masyarakat kelas atas dibandingkan rekonsiliasi pribadi. Setelah menghabiskan dua hari di Washington, Raja dan Ratu akan pindah ke New York, di mana mereka diperkirakan akan bertemu dengan tokoh-tokoh terkemuka seperti Anna Wintour dan Martha Stewart.

Ketika ditanya tentang kemungkinan pertemuan dengan Duke of Sussex, pejabat Istana Buckingham menolak berkomentar, dan hanya diam saja.

Akar Keterasingan

Jarak antara Raja dan putra bungsunya bukanlah sebuah perkembangan baru-baru ini, melainkan akibat dari ketegangan yang meningkat selama bertahun-tahun:

  • Exit 2020: Keretakan semakin meningkat ketika Harry dan Meghan mundur dari tugas senior kerajaan untuk mengejar karier mandiri di AS.
  • Narasi yang Bertentangan: Meskipun memoar Pangeran Harry tahun 2023, Spare, menuai kritik yang signifikan, laporan lain—seperti Endgame karya Omid Scobie—menunjukkan bahwa tanggung jawab atas kehancuran tersebut terletak lebih besar pada institusi tersebut dan Raja sendiri.
  • Cabang Zaitun yang Gagal: Pangeran Harry telah melakukan beberapa upaya publik dan swasta untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Pada tahun 2025, ia menyatakan keinginannya untuk mengakhiri konflik, menyatakan pentingnya rekonsiliasi, dan bahkan berupaya mengoordinasikan komunikasi melalui anggota staf.

Mengapa Kebuntuan Itu Penting

Pemisahan yang sedang berlangsung ini menyoroti masalah struktural yang lebih dalam di dalam monarki Inggris. Meskipun banyak pengamat melihat Harry sebagai pemicu utama konflik tersebut, sumber-sumber istana menyatakan kenyataan yang lebih kompleks.

Penolakan untuk bertemu menunjukkan tingkat ketidakpercayaan yang mendalam. Ada sentimen yang berkembang di kalangan kerajaan tertentu bahwa Raja ragu-ragu untuk menyelesaikan masalah ini, kemungkinan besar karena ketakutan mengenai motivasi di balik upaya Harry untuk melakukan pendekatan. Beberapa orang dalam berpendapat bahwa Istana lebih memilih “jarak” untuk menjaga stabilitas, bahkan ketika kerugian pribadi bagi keluarga semakin besar.

Kebuntuan tersebut menunjukkan bahwa bagi Keluarga Kerajaan, mempertahankan batasan kelembagaan saat ini lebih diutamakan daripada memperbaiki ikatan kekeluargaan pribadi.

Kesimpulan
Keputusan Raja untuk mengabaikan pertemuan dengan Pangeran Harry selama turnya di Amerika menggarisbawahi perpecahan yang mendalam dan belum terselesaikan di dalam House of Windsor. Meskipun upaya rekonsiliasi berulang kali dilakukan oleh Duke of Sussex, pihak monarki tampaknya memprioritaskan protokol diplomatik dan institusional dibandingkan reunifikasi keluarga.